Bawaslu Periksa Kadis Pertanian Kabupaten Tasik, Buntut Video Viral Dugaan Kampanye Caleg Ibu Bupati

- 21 Oktober 2023, 07:46 WIB
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin memenuhi panggilan Bawaslu terkait video dugaan kampanye caleg.*
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin memenuhi panggilan Bawaslu terkait video dugaan kampanye caleg.* /kabar priangan/Aris MF/

KABAR TASIKMALAYA - Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya akhirnya memanggil Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, pada Jumat 20 Oktober 2023.

Pemanggilan terhadap Nuraedidin ini berkaitan dengan munculnya video viral Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan yang diduga mengkampanyekan bacaleg Hj Ai Diantani yang juga istri bupati Tasikmalaya saat acara penyerahan bantuan pompa air kepada kelompok tani, beberapa waktu lalu.

Kepala DPKPP, Nuraedidin datang seorang diri ke kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sekitar pukul 09.00 wib. Hampir satu jam dirinya diperiksa soal video yang viral terkait dugaan kampanye terhadap salah satu bacaleg yang juga merupakan istri Bupati Tasikmalaya.

Tiga orang pimpinan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya hadir dalam pemeriksaan tersebut, mulai dari Ketua Bawaslu Dodi Juanda serta dua Kordinator Divisi, Ahmad Azis Firdaus dan. Tamrin. Barulah sekitar pukul 09.50 wib, Kepala DPKPP Nuraedidin keluar dari ruangan.

Baca Juga: Diduga Kampanyekan Bacaleg, Kepala Dinas di Kabupaten Tasikmalaya Segera Dipanggil oleh Bawaslu

Netralitas ASN

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Djuanda mengaku bersyukur Kepala Dinas Pertanian bisa hadir untuk memenuhi undangan pemeriksaan yang sehari sebelumnya dilayangkan Bawaslu. Upaya ini dilakukan Bawaslu guna mengklarifikasi dan memastikan seperti apa kejadian tersebut hingga videonya menyebar dan membuat kegaduhan.

"Jadi kita mengundang beliau, untuk meminta keterangan terkait video viral di media sosial tersebut," jelas Dodi.

Meski saat ini belum masuk dalam tahapan kampanye, apalagi belum ada penetapan bakal calon, namun kejadian ini sangat disayangkan Dodi. Pasalnya hal tersebut erat kaitannya dengan menjaga netralitas ASN. Dimana sesuai undang-undang, ASN ini harus netral, tidak menguntungkan atau merugikan pihak tertentu.

Baca Juga: Rundown Acara Konser Dewa 19 di Tasikmalaya dan Jadwal Penukaran Tiket. Awas, Jangan Ketinggalan Infonya

Setelah ini, pihaknya kata Dodi, bakal melakukan pengkajian bersama jajaran Pimpinan Bawaslu. Apakah hal ini masuk dalam pelanggaran kode etik atau seperti apa belum bisa dipastikan.

"Hasil pemeriksaanya hari ini akan kita kaji. Untuk hasilnya bisa kita ketahui satu minggu kedepan, apakah masuk pelanggaran atau tidak," terang dia.

Dodi mengakui pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika memang terbukti melanggar. Dalam hal ini nanti akan umumkan apakah itu masuk pelanggaran atau tidak. "Kalau ada pelanggaran ya kita sebut ada, kalau tidak ada ya tidak ada," tegas dia.

Baca Juga: Bersama Terengganu FC Pailit Gol, Karir David da Silva Moncer Bersama Persib. Simak Profil DDS Berikut Ini

Meski saat ini belum masuk dalam tahapan kampanye Pileg 2024, apalagi belum ada penetapan Bacaleg, kata Dodi, namun bila terbukti melanggar tetap ada sanksi.

Acara Pemberian Bantuan

Kepala DInas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin diserbu wartawan usai diperiksa oleh bawaslu.*
Kepala DInas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin diserbu wartawan usai diperiksa oleh bawaslu.*

Sementara itu seusai diperiksa, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin kepada wartawan menjelaskan, kedatangannya ini untuk memenuhi undangan Bawaslu terkait video viral.

Dalam pemeriksaan itu diapun menjelaskan sebenar-benarnya apa yang terjadi dalam video berdurasi 11 detik tersebut.

Baca Juga: Misteri Anak Kembar Gundul di Kawasan Tepung Kanjut, Tanjakan Maut yang Bikin Kaum Wanita Tutup Mata

Dia menjelaskan bahwa dalam video tersebut merupakan acara pemberian bantuan 1.000 unit konvensi BBM ke Gas untuk pompa air, bantuan dari Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang tempatnya dilaksanakan di Balai Benih Mangunreja.

"Tentunya karena tugas kita mengawasi, melihat dan memastikan bahwa bantuan itu sampai ke para petani. Saya di sana kapasitasnya Kepala Dinas," tuturnya Nuraedidin.

Ia tidak menyangkal jika saat itu hadir Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ai Diantani Sugianto. Kehadiran Hj Ai ini, katanya, mewakili unsur legislatif. 

Baca Juga: BIJB Kertajati Dibuka, Ini Tarip Travel Tasikmalaya - Kertajati

Sementara berkaitan dengan yel-yel tersebut, kata Nuraedidin, tidak ada niatan lain ataupun mengkampanyekan Bacaleg tersebut. Sebab ia mengaku itu secara spontan dari dirinya sebagai wujud rasa syukur.

"Kita melakukan yel-yel dengan kata Petani Sejahtera dan Tasik Hade, itu sudah sering dilakukan, walaupun memang tidak wajib," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang merekam Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin mengampanyekan seorang bacaleg di Tasikmalaya viral di media sosial.

Baca Juga: Cheka: Jadi Tuan Rumah Hari Santri Tingkat Jabar 2023, Santri Tasik Harus Lebih Maju

Dalam video berdurasi 11 detik tersebut terlihat Nuraedidin mengenakan baju ASN menyuarakan dan memimpin yel-yel dukungan sambil diikuti sejumlah petani yang hadir pada sebuah acara.

Dalam yel-yel yang dipandu Kepala Dinas Pertanian itu menyebutkan kata 'Petani' lalu di jawab oleh masyarakat dengan 'Jaya'. Petani? Jaya. Kemudian Nuraedidin menyebutkan nama bacaleg tersebut dan ditimpali oleh warga dengan jawaban 'Satu'.***

Editor: Zulkarnaen Finaldi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah