Ade Sugianto Terancam Tak Bisa Maju, Kesempatan Parpol Berani Mengusung Kader Terbaik di Pilkada 2024

- 21 Mei 2024, 10:05 WIB
Dosen STIA Tasikmalaya, Basuki Rahmat (kiri) dan Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto.*
Dosen STIA Tasikmalaya, Basuki Rahmat (kiri) dan Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto.* /

KABAR TASIKMALAYA - Dibalik gonjang-ganjing apakah Ade Sugianto bisa mencalonkan lagi atau tidak dalam Pilkada Kabupaten Tasikmalaya akibat terganjal aturan “dua kali masa jabatan”, Dosen STIA Tasikmalaya, DR. H. Basuki Rahmat justru menilai bahwa kejadian ini semacam “test the water” atau semacam tantangan bagi politisi di Tasikmalaya untuk maju di Pilkada sebagai pesaing petahana.

Hal ini diungkapkan Basuki karena menurutnya, di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, para politisi yang memiliki peluang untuk mencalonkan diri sebagian besar tak berani melawan petahana, dalam hal ini Bupati Ade Sugianto.

“Yang saya amati, semua ingin maju dengan Ade Sugianto, sebagai calon wakil bupati Ade Sugianto. Para politisi tak berani menantang petahana, tapi saling berebut ingin berpasangan dengan petahan,” kata Basuki.

Jika demikian, kata Basuki, hal ini hanya menunjukkan sisi pragmatis dalam pemilu. “Mereka terjebak pada hitung-hitungan menang kalah semata, bukan lagi perjuangan ideologis,” kata Basuki.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto Terancam Tak Bisa Mencalonkan Lagi di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024

Untuk itu, kata Basuki, wacana Ade Sugianto yang tak dapat mencalonkan diri dalam Pilkada Kabupaten Tasikmalaya ini menjadi tantangan bagi para politisi untuk mengusung calon sebagai pesain petahana. “Ini kesempatan parpol untuk berani mengusung kader terbaik,” katanya.

Ade masih berpeluang

Seperti diketahui, saat ini wacana Ade Sugianto tak bisa mencalonkan diri dalam Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024 masih menjadi isu hangat di Kabupaten Tasikmalaya. Isu itu mencuat seiring dengan masih digodoknya Peraturan KPU (PKPU) tentang pilkada yang salah satunya menggodok tentang kriteria masa jabatan kepala daerah.

Salah satu isu yang mencuat dalam Peraturan KPU yang saat ini sedang digodok adalah kriteria Kepala Daerah yang telah menjalankan dua kali masa jabatan. Kriteria untuk dua kali masa jabatan itu adalah dua kali berturut-turut menduduki jabatan yang sama.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Tas Selempang Eiger Wanita di Bawah Rp300 Ribu untuk Menjelajahi Wisata Bandung

Halaman:

Editor: Zulkarnaen Finaldi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah