Awasi Praktik Politik Uang di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024, Anggota Forsil RTRW Inisiasi Forum Alim Tipu

- 30 Mei 2024, 13:39 WIB
Kolase H. Imih M Munir (kiri) dan Nanang Nurjamil (kanan), inisiator Aliansi Masyarakat Anti Politik Uang di Kota Tasikmalaya.*
Kolase H. Imih M Munir (kiri) dan Nanang Nurjamil (kanan), inisiator Aliansi Masyarakat Anti Politik Uang di Kota Tasikmalaya.* /

 

KABAR TASIKMALAYA - Berangkat dari kegelisahan anggota Grup WA Forsil RT RW Tasikmalaya (Forum Silaturahmi RT RW Tasikmalaya) atas bahaya politik uang di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024, salah satu anggota grup, H. Imih M. Munir menginisiasi terbentuknya Aliansi Masyarakat Anti Politik Uang atau disingkat “Alim Tipu”. Tujuannya adalah untuk menciptakan Pilkada Kota Tasikmalaya yang terhindar dari praktik politik uang.

Forum Alim Tipu ini nantinya akan gencar mengkampanyekan bahaya politik uang dalam pilkada yang sebentar lagi akan dilaksanakan di Kota Tasikmalaya. Selain itu, Forum ini pun akan dengan ketat mengawasi praktik-praktik politik uang yang mengancam keberlangsungan proses demokrasi saat pelaksanaan Pilkada Kota Tasikmalaya 2024.

H. Imih M. Munir mengatakan, dirinya menginisiasi terbentuknya Aliansi Masyarakat Anti Politik Uang ini berangkat dari pengalaman pemilu 2024 yang baru saja berlalu dimana praktik-praktik politik uang dilakukan oleh para politisi dengan terang benderang dan masif.

“Praktik politik yang yang terjadi ini bukan hanya di pemilu kali ini saja, tetapi pada pemilu lima tahun lalu pun sama. Dan kini, praktik politik uangnya justru lebih terang-terangan. Bahkan sampai muncul istilah tusuk sate,” kata H. Imih.

Baca Juga: Aksi Politik Uang dengan Konsep 'Tusuk Sate' Perlu Segera Diusut Tuntas

Ironisnya, kata dia, lembaga yang berwenang sebagai pengawas pemilu justru terkesan tutup mata. Akibatnya, banyak yang dirugikan dengan praktik politik uang ini. “Caleg-caleg yang berkualitas akhirnya berguguran,” kata dia.

Pilkada Kota Tasikmalaya

Melihat praktik politik uang yang begitu masif dan terang benderang tanpa adanya konsekuensi hukum terhadap pelakunya, Imih khawatir kejadian ini akan terjadi pula pada saat pelaksanaan Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 mendatang.

“Ini sangat bahaya bagi proses demokrasi di Kota Tasikmalaya. Kami tak mau pemimpin yang terpilih nantinya adalah pemimpin hasil politik uang. Pemimpin yang dihasilkan dengan cara-cara menyogok masyarakat,” katanya.

Halaman:

Editor: Zulkarnaen Finaldi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah