Longsor Terjang Objek Wisata Cipondok - Subang. Satu Meninggal, Tim SAR Lakukan Pencarian Korban Hilang

7 Januari 2024, 23:59 WIB
Peristiwa bencana longsor menerjang Obyek wisata Cipondok Kasomalang Subang pada Minggu 7 Januari 2024 sekira pukul 17.30 WIB /Saeful Ridwan /PR Sumedang

KABAR TASIKMALAYA - Setelah Kabupaten Purwakarta dan Garut Selatan dilanda longsor pada 4 Januari 2024 lalu. Sore tadi, Minggu 7 januari 2024 juga terjadi longsor di Kabupaten Subang. Hingga saat ini terdapat satu korban meninggal dunia dan belasan orang lainnya dilaporkan hilang.

Wilayah yang terdampak tidak hanya tertimpa material longsoran tanah saja tetapi juga air bah, mengingat insiden ini terjadi saat hujan lebat melanda wilayah tersebut.

Longsor di Cipondok, Cisalak, Kabupaten Subang ini terjadi sekira pukul 17.30 WIB ini terekam dan menjadi viral di sosial media. 

Dalam video tersebut selain terdengar suara pekik kaget seorang wanita, juga terdengar suara seorang pria,  "Pak info, rata-rata, infokeun kaditu urang infokeun, lalaongsor pak, jalan akses buntu, longsor besar sumber AQUA. Diartikan kedalam bahasa indonesia (info pak, rata, infokan ke sana kita infokan, pada longsor pak, jalan akses buntu, longsor besar. sumber AQUA -red).” 

Pada video lain yang juga viral, terlihat seseorang yang ditandu menggunakan kain sarung dan bambu datang dari arah longsoran terjadi.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Longsor Terjadi di Cipondoh - Cisalak, Kabupaten Subang Menyusul Hujan Lebat

Tatang Saepulloh, Camat Kasomalang dalam laporan yang ditujukan kepada Pj Bupati Subang Cq. Kadinsos, Ka BPBD, Kabag Kesra Setda, Kasatpoldam melaporkan bahwa pada Minggu, 7 Januari 2024 pukul 17.30 WIB telah terjadi bencana alam longsor di Kampung Cipondok Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. 

Ia juga mengatakan bahwa terdapat bangunan yang terbawa arus longsor, yaitu warung milik Bapak Jarwa, Pos Sumber dan tempat Wisata Air. Akibat longsor tersebut juga menyebabkan sumber air AQUA tertutup.

Terdapat Korban Pada Bencana Longsor Subang Ini

Dilansir dari sumedangraya.pikiran-rakyat.com, Camat Kasomalang Tatang Saepulloh yang dihubungi melalui telepon menginformasikan bahwa pada bencana alam longsor ini terdapat satu korban meninggal dunia dan belasan warga luka-luka.

“Korban longsor di obyek wisata mata air Cipondok ini hingga malam ini tercatat 1 orang meninggal, dan 11 orang luka-luka dan saat ini dirawat di Puskesmas Kasomalang dan Cisalak,” ungkapnya. 

Baca Juga: Dari Bandung ke Pangandaran Kini Hanya 45 Menit Saja. Susi Air Buka Rute dari Husein Sastranegara – Nusawiru

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat Hardjasasmita menyampaikan data korban jiwa bencana longsor ini, "Korban meninggal ialah Oom, 50. Jenazahnya sudah dievakuasi ke Puskesmas Kasomalang," 

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa pihak terkait masih melakukan pendataan dan pencarian, 

 “Kami dan pihak BPBD masih melakukan pendataan di lokasi, untuk memastikan jumlah korban bertambah. Karena berdasarkan informasi di lapangan masih ada warga yang dilaporkan hilang,” ucapnya.

Proses mitigasi bencana longsor ini juga sudah dilakukan dengan mengirimkan korban luka ke puskesmas terdekat dan mengungsikan warga,

 "Menurut informasi masih ada korban yang belum ditemukan. 11 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Kasomalang dan Cisalak, Sementara 300 orang warga Cipondok akan diungsikan ke Majlis Ta'lim Bantar Panjang. Sekarang yang sudah masuk di lokasi pengungsian kurang lebih ada 60 orang," ujar Tatang Saepulloh.

Baca Juga: Di Kota Dodol, Gus Muhaimin Bicara Soal Pembentukan Daerah Otonom Baru Garut Utara dan Selatan

Diinformasikan bahwa 11 orang luka-luka sudah berada di Puskesmas Kasomalang dan Cisalak untuk mendapatkan perawatan, sementara 300 orang warga Cipondok diungsikan ke Majlis Ta'lim Bantar Panjang.

Sejumlah Warga Dilaporkan Hilang

Terkait laporan warga yang hilang, tim SAR gabungan melakukan pencarian korban. Kepala Pelaksana BPBD Subang Udin Jazudin menginformasikan bahwa masih ada korban yang belum ditemukan dalam kejadian bencana ini. "Masih pencarian, belum (terdata semua)," ujarnya.

Proses pencarian korban akan dilanjutkan hari Senin, 8 Januari 2024, karena kondisi lokasi longsor yang tidak memungkinkan serta kurang penerangan.***



Editor: Utami Isharyani Putri

Tags

Terkini

Terpopuler